Monday, October 17, 2011

Transit di Hongkong

Ke Jepang melalui Hongkong
Data penerbangan Ketinggian (altitude) 36000 feet
head win = 36 km/jam
tail win= 11 km/jam
temperatur: -52 0C

Hongkong 17 0kt. 2011





Assalaamualaikum War. Wab.
Perjalanan Jakarta Hongkong dengan Cathay Pacific Airline

Friday, April 8, 2011

KARAKTERISTIK JENIS MEDIA PEMBELAJARAN

Karakteristik Jenis Media Pembelajaran


Banyak cara diungkapkan untuk mengindentifikasi media serta mengklasifikasikan karakterisktik fisik, sifat, kompleksitas, ataupun klasifikasi menurut kontrol pada pemakai. Namun demikian, secara umum media bercirikan tiga unsur pokok, yaitu: suara, visual, dan gerak.
Menurut Rudy Brets, ada 7 (tujuh) klasifikasi media, yaitu:
1.      Media audio visual gerak, seperti: film suara, pita video, film, tv.
2.      Media audio visual diam, seperti: film rangkai suara, halaman suara.
3.      Audio semi gerak seperti: tulisan jauh bersuara.
4.      Media visual bergerak, seperti: film bisu.
5.      Media visual diam, seperti: halaman cetak, foto, microphone, slide bisu.
6.      Media audio, seperti: radio, telepon, pita audio.
7.      Media cetak, seperti: buku, modul, bahan ajar mandiri.

Lebih lanjut Schramm, mengelompokan media dengan membedakan antara media rumit mahal (big media) dan media sederhana murah (little media). Kategori big media, antara lain: komputer, film, slide, progran video. Sedangkan little media antara lain: gambar, realia sederhana, sketsa, dsb.
Berdasarkan pendapat mengenai media tersebut di atas, maka jenis-jenis media pembelajaran  dapat dikemukakan sebagai berikut. 

 A.   Media Visual Diam
 Media  cetakan dan grafis didalam proses belajar mengajar paling banyak dan paling sering digunakan. Media ini termasuk kategori media visual non proyeksi yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dari  pemberi ke  penerima pesan (dari guru kepad siswa). Pesan yang dituangkan dalam bentuk tulisan, huruf-huruf, gambar-gambar dan simbol-simbol yang mengandung arti disebut “Media Grafis”.   Media grafis termasuk media visual diam, sebagaimana halnya dengan media lain media grafis mempunyai fungsi untuk menyalurkan pesan dari guru kepada siswa. Saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan yang dituangkan ke dalam simbol-simbol yang menarik dan jelas. Media ini termasuk media yang relatif murah dalam pengadaannya bila ditimbang dari segi biaya. Macam-macam media grafis  adalah: gambar/foto, diagram, bagan. Grafik, poster, media cetak, buku.  

1. Gambar/foto, 
Media grafis paling umum digunakan dalam PBM, karena merupakan bahasa yang umum dan dapat mudah dimengerti oleh peserta didik. Kemudahan mencerna media grafis karena sifatnya visual konkrit menampilkan objek sesuai dengan bentuk dan wujud aslinya sehingga tidak verbalistik.
Kelebihan media ini ialah:   
a. Sifatnya kongkrit, lebih realistik dibandingkan dengan media verbal.
b. Dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang apa saja, baik untuk usia muda maupun tua.
c. Murah harganya dan tidak memerlukan peralatan khusus dalam penyampaiannya.
 Kelemahannya.
a. Gambar/foto hanya menekankan persepsi indera mata.
b. Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar. 

Contoh: Foto Candi Prambanan


Contoh Diagram:
Letusan Gunung Berapi



Ciri-ciri diagram yang baik.
a. benar, diagram rapih dan disertai dengan keterangan yang jelas.
b. cukup besar dan ditempatkan secara strategis.
c. penyusunannya disesuaikan dengan pola baca yang umum dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan.

2. Bagan.
Bagan merupakan media yang berisi tentang gambar-gambar keterangan-keterangan, daftar-daftar dan sebagainya. Bagan digunakan untuk memperagakan pokok-pokok isi bagasi secara jelas dan sederhana antara lain: Perkembangan, Perbandingan, Struktur, Organisasi. Jenis – jenis media bagan antara lain: Tree chart,  Flow chart

Contoh Bagan : Jaringan Komunikasi


3. GRAFIK (Graph)
Grafik adalah penyajian kembali data-data yang berupa angka-angka dalam bentuk visual simbolis (lambang visual).
Jenis grafik diantaranya :
a.  Grafik garis (Line Graph), yaitu grafik yang paling dapat menggambarkan data secara tepat, dapat menggambarkan hubungan antara dua kelompok data dan dapat digunakan untuk data-data yang kontinyu.


Contoh Grafik Garis



b. Grafik batang
Dalam grafik ini jumlah data dipertunjukkan dalam bentuk gambar. Yang perlu diperhatikan grafik gambar ini adalah:
1) Simbol gambar yang dipakai sendiri (self Explanatory).
2) Jumlah data yang diperlihatkan melalui jumlah gambar.
3) Jumlah besar kecilnya gambar akan dapat dibaca apabila dibawah gambar tersebut diberikan angka yang sebenarnya.

 Contoh Grafik Batang


B.  Media Display 
 
1. Papan Tulis/White Board
Salah satu media penyajian untuk PBM yang sering digunakan adalah: “papan tulis, dan white board”. Kedua media ini dapat dipakai untuk penyajian: tulisan-tulisan, sket-sket gambar-gambar dengan menggunakan kapur/spidol white board baik yang berwarna ataupun tidak berwarna. Maksud dari warna tersebut adalah agar tulisan: lebih jelas, menarik dan dapat berkesan bagi peserta yang akan menerimanya.
Syarat-syarat papan tulis yang baik adalah:
a. Papan tulis harus buram, tidak boleh licin atau mengkilat.
b. Warna dasar papan tulis harus lebih gelap dari alat tulis yang dipakai.
c. Warna dasar white board putih.
d. Ukuran yang ideal adalah 90 x 120 cm atau 90 x 200 cm.
e. Untuk penggunaan papan tulis atau white board diperlukan perhatian yaitu: Tulisan / gambar dipapan harus jelas dan bersih, Hindari agar papan tulis tidak terlalu penuh dengan tulisan atau gambar-gambar sehingga sulit untuk dimengerti peserta, Hapuskan tulisan/gambar tidak diperlukan lagi, Tinggalkan papan tulis dalam keadaan bersih.


Contoh Interactive white board



2.  Papan Flanel
Papan flanel adalah media visual yang efektif  untuk menyajikan pesan-pesan tertentu kepada sasaran didik. Papan berlapis kain flanel ini dapat dilipat sehingga praktis. Gambar-gambar yang akan disajikan dapat dipasang dan dilepas dengan mudah, sehingga dapat dipakai berkali-kali. Selain untuk menempel gambar-gambar, dapat pula dipakai menempelkan huruf dan angka-angka. Karena penyajian seketika, kecuali menarik perhatian siswa, penggunaan papan flanel dapat membuat sajian effesien.

Kelemahan Papan Flanel.
a. Walaupun bahan flanel dapat menempel pada sesamanya, tetapi hal ini tidak menjamin pada “bahan yang berat”, karena dapat lepas bila ditempelkan.
b. Bila terkena angin sedikit saja, bahan yang ditempel pada papan flanel tersebut akan berhamburan jatuh.

 Kelebihannya:
a. Karena kesederhanaan papan flanel dapat dibuat sendiri oleh guru.
b. Dapat dipersiapkan terlebih dahulu dengan teliti.
c. Dapat memusatkan perhartian siswa terhadap suatu masalah yang dibicarakan

d. Dapat menghemat waktu pembelajaran karena segala sesuatunya sudah dipersiapkan dan peserta didik dapat melihat sendiri secara langsung.


3.  Flip Chart
Peta/flip cahrt adalah: lembaran kertas yang berisikan bahan pelajaran, yang tersusun rapi dan baik. Penggunaan ini adalah salah satu cara guru dalam menghemat waktunya untuk menulis di papan tulis. Lembaran kertas yang sama ukurannya dijilid jadi satu secara baik agar lebih bersih dan baik. Penyajian informasi ini dapat berupa:
a. Gambar-gambar  c.  Huruf-huruf
b. Diagram    d.  Angka-angka 

Peta tersebut harus disesuaikan dengan jumlah dan jarak maksimum siswa melihat peta lipat tersebut dan direncanakan tempat yang sesuai dimana dan bagaimana peta tersebut ditempatkan


Contoh Flip Chart


Cara Membuat Flip Chart
Chart tersebut harus disusun/dijilid yang serasi agar mudah untuk penyimpanannya dan untuk menghindarkan kerusakan chart. Adapun cara untuk mengkontruksi peta/chart adalah sebagai berikut:
a. Lubangi kertas chart sedemikian rupa agar mudah dijadikan satu/dijilid.
b. Buatkan dua bingkai kayu yang diikat bersama dengan kertas peta oleh dua baut (seperti pada gambar 1). Pada ujung-ujung bingkai dibuat lubang tempat tali penggantung pita.
c. Peta dengan bingkai kayu atau besi dijadikan satu dengan pengikat baut (seperti pada gambar 2). Peta ini dapat digantungkan pada papan tulis/white board, yang tidak menempel tembok/dinding.
d. Penempatan peta dapat juga digantungkan pada penyangga  dengan 3 kaki.
e. Cara lain untuk mengikat dan menyangga peta adalah dengan menggunakan papan triplek/hardboard. Papan display lainnya antara lain; papan tikar, felt board (papan berlubang)

C.  Gambar Mati Yang Diproyeksikan 
Dengan menggunakan proyektor, informasi yang akan disampaikan dapat diproyeksikan ke layar, sehingga informasi berupa: tulisan, gambar, bagan dll akan menjadi lebih besar dan lebih jelas dilihat oleh siswa. Penggunaan media proyeksi ini lebih menguntungkan, sebab indera pendengaran dan penglihatan akan sama-sama diaktifkan melalui sebuah media transparansi yang telah disiapkan. Yang dimaksud dengan gambar mati (still picture) adalah berupa: gambar, foto, diagram, tabel, ilustrasi dll, baik berwarna ataupun hitam = putih yang relatif berukuran kecil, agar gambar tersebut dapat dilihat atau disaksikan dengan jelas oleh seluruh siswa di dalam kelas dengan jalan diproyeksikan ke suatu layar (screen) .
Pada dasarnya OHP/OHT berguna untuk memproyeksikan transparan ke arah layar yang jaraknya relatip pendek, dengan hasil gambar/tulisan yang cukup besar.  Proyektor ini direncanakan dibuat untuk dapat digunakan oleh guru di depan kelas dengan penerangan yang normal, sehingga tetap terjadi komunikasi antara guru dengan siswa.
OHP/OHT secara umum digunakan untuk:
a. Pengganti papan tulis dengan menggunakan pen khusus yang dituliskan pada lembaran transparan/plastik (acetate) atau gulungan transparan (scroll).
b. Tempat menunjukkan/memproyeksikan transparan yang telah disiapkan sebelumnya.
c. Tempat menunjukkan bayangan (silhoutte) suatu benda.
d. Tempat menunjukkan model-model barang kecil baik  dalam bentuk gerak atau diam.
e. Untuk mendemonstrasikan suatu percobaan.
f. Contoh :  bagaimana gaya magnit bekerja terhadap serbuk besi.
g. Untuk menunjukkan diagram aliran suatu sistem tertentu.
h. Contoh : dengan filter khsus dapat ditunjukkan diagram aliran suatu cairan.
i. Untuk memperlihatkan suatu sistem tertentu.
 Contoh: kecepatan membukanya rana pada alat photo/tustel model S. L. R (single lens reflect).
Jenis-jenis OHP/OHT
Overhead projector sampai saat ini ada 2 macam, yaitu :
a. OHP type standard (standar lecture haal type)
b. OHP type portable (dapat dilihat dan ringan, mudah dibawa)

Bagian-bagian Pokok OHP dan Cara Kerjanya
Saat ini walaupun banyak type dan merk OHP yang dipergunakan, namun bagian-bagian pokok dari OHP tersebut pada prinsipnya sama. Di bawah ini akan dijelaskan bagian pokok dan cara kerja dari OHP.



1.     Kepala Proyektor (Proyector Head).
Kepala Projektor adalah suatu bagian yang berisi lensa-lensa objektive dan kaca pemantul untuk mengarahkan sinar ke arah layar.
2.     Pengontrol Focus (Focus Cotrol)
Dengan memutar-mutar bagian ini kepala proyektor akan bergerak naik/turun untuk memperjelas (memfocus) gambar pada layar).
3.     Tempat transparan/benda yang akan diproyeksikan (projection stage).
4.     Lensa fresnel (fresnel lens), yaitu kondensor khusus yang berguna untuk memusatkan cahaya yang memancar dari lampu ke arah kepala proyeksi.
5.     Scroll atau rol penggulung transparan.
6.     Lampu (projection lamp).
7.     Pemantul (reflector).
8.     Kipas pendingin (van).
9.     Rumah/badan proyektor
10.  Switch/saklar pengatur untuk menghidupkan dan mematikan lampu dan motor pada kipas

Dari bagian-bagian pokok di atas dapat dijelaskan cara kerja OHP type model stanrd dan model portable, seperti pada gambar di bawah ini. Posisi / Letak Layar Dengan Ohp. Posisi layar dan letaknya juga harus diatur, sehingga gambar pada layar tidak miring atau sebagian mengecil. Hal ini dapat dilakukan dengan mengatur sinar yang dipancarkan dari proyektor jatuh tegak lurus pada layar. Apabila penyimpanan proyektor tidak sejajar dengan layar akan menimbulkan distorsi bayangan. Ada dua kemungkinan distorsi yaitu distorsi horizontal dan distorsi vertikal. Distorsi vertikal disebabkan penyimpanan proyektor terlalu tinggi dari layar (distorsi kebawah) atau terlalu ke bawah dari posisi layar (distorsi ke atas). Sedangkan distorsi horizontal disebabkan oleh penyimpanan proyektor terlalu ke kiri   atau terlalu ke kanan dari posisi layar.

Teknik-Teknik Penyajian
a. Pada waktu penggunaan OHP, guru dapat melakukannya sambil berdiri. Pada waktu posisi berdiri guru jangan menutup OHP terhadap layar maupun menghalangi pandangan siswa terhadap layar.
b. Bila switch/saklar kipas pendinginan dan lampu ditekan, segera sinar OHP menimpa layar. Aturlah posisi yang sebaik mungkin agar gambar pada layar tidak miring atau kurang datar/simetris.
c. Pada waktu menjelaskan pada transparan di OHP, gunakan penunjuk (pointer) atau pensil ke arah bagian-bagian penting yang sedang disajikan. 
d. Bila selesai tiap tahap penyajian penggunaan OHP dan guru akan menjelaskan lebih lanjut, matikan terlebih dahulu OHP dan alihkan perhatian siswa dari layar kembali ke guru.
e. Penjelasan lebih lanjut mengenai hal-hal penting perlu ditekankan pada waktu penyajian. Hal-hal yang rumit (complex) perlu disajikan dengan menggunakan teknik berlapis (overlay) atau memakai penutup (masking) dan membukanya  sedikit demi sedikit.
f. Presentasi dengan menggunakan OHP, untuk membuat penampilan yang lebih menarik.

Penggunaan OHP

1.     Dengan alat penunjuk
Dengan menggunakan pensil atau pointer, guru dapat menekankan perhatian siswa pada
hal-hal yang dipentingkan. Penunjuk diletakkan di atas transparansi bukan layar.
2.     Menulis langsung
Menulis di atas transparan pada waktu menyajikan sangat menarik perhatian bahkan pada transparan yang telah disiapkan sebelumnya, dapat ditambahkan tulisan, pada waktu penyajian dengan pen khusus. Pen yang digunakan mempunyai spesipikasi warna, ukuran ( kecil, sedang dan besar) dan jenis (prmanen dan solubel). 
3.     Menunjukkan dengan membuka sedikit demi sedikit
Teknik ini penting untuk mengontrol siswa agar hanya memperhatikan masalah yang disajikan secara urut, dengan menutup bagian yang belum diproyeksikan.
Menjelaskan cara kerja benda
4.     Guru dapat menjelaskan cara kerja benda yang kecil, diletakkan di atas OHP, sehingga benda kerja tersebut dapat dilihat dengan jelas bagaimana letak dan kerja benda yang diproyeksikan.
5.     Menunjukkan benda dengan ukuran kecil
Dapat juga menjelaskan/ menunjukkan roda gigi yang ukurannya terlalu kecil, sehingga dapat didemonstrasikan putaran roda gigi.
6.     Penyajian dengan tumpang tindih (Overlay)
Konsep ide yang rumit dapat disederhanakan dengan cara seperti ini. Lembar transparan pertama yang telah termuat ide dasar. Ide keterangan berikutnya dapat ditumpangkan pada transparan pertama, sehingga akan memperjelas dari urutan penyajian tersebut.
7.     Menghidupkan dan mematikan
Dengan menswitch saklar on-off yang terdapat pada OHP perhatian siswa akan dapat diarahkan, bila mematikan lampu siswa akan mengarahkan perhatian kepada guru dan bila lampu dihidupkan kembali perhatian siswa akan terbawa pada layar.

Membuat Overhead Transparansi (OHT)
Dalam membuat transparan banyak cara yang dipergunakan dari yang sederhana sampai yang rumit atau memakai alat pembuat/untuk mengkopy transparan yang disebut “transparan maker” cara pembuatan transparan adalah sebagai berikut:

a.      Langsung pada Transparan (acatate)
Bahan dasar transparan berupa sejenis plastik tipis yang disebut acetate dijual dipasaran dalam kemasan 100 lembar dengan tebal 2 atau 3 macam yang berbeda. Yang umum dipakai dengan DIN – A.4, 210 x 297 mm dengan tebal 0,08 mm. Pembuatan langsung pada transparan dapat dikerjakan 2 cara yaitu:
Menuls/melukis dengan pen khusus yang berwarna warni (Transparance pen)
1)     Menggunakan set huruf (lettering set) atau sering disebut rugos.
2)     Dalam prakteknya dua cara diatas dikombinasikan atau dipakai secara bersama untuk menghasilkan transparan yang telah direncanakan terlebih dahulu.

b.     Membuat transparan dengan cara Reproduksi

Yang dimaksud dengan reproduksi disini adalah memperbanyak dengan gambar/tulisan/isi yang persis sama. Alat reproduksi yang banyak dipakai adalah mesin foto copy,  dan termofax .
Untuk membuat transparan jenis ini diperlukan persiapan-persiapan sebagai berikut:
1)     Membuat lembar asli (original) yang umumnya disebut “Master” ditulis/diberi ilustrasi dengan alat tulis yang berkadar karbon tinggi, misalnya tinta cina. Untuk membuat transparan pada bahan asetat biasanya masker harus dibuat dengan karbon khusus (master dapat di foto copy).
2)     Siapkan mesin pembuat transparan (transparency copy maker) . mesin pembuat transparan bentuknya hampir sama dengan mesin di fhoto copy biasa.
3)     Siapkan film pembuat transparan (tersedia dalam beberapa jenis dan warna). Film ini ada 2 (dua) macam yaitu:
Film proses panas ada 2 permukaan, yang mengkilap dan buram. Untuk siap masuk mesin transparan, bagian buram harus ditempelkan langsung pada gambar/tulisan pada master. Pada produk 3 M biasanya diberi tanda potongan sudut pada transparannya.
          Asetat biasa dengan menggunakan karbon khusus. Master dibuat pada suatu kertas merupakan tindasan dengan karbon khusus dari gambar/ilustrasi yang direncanakan. Pemasangan pada mesin, seperti untuk pemasangan film.
Atur tombol pengatur buat penyinaran (yang mempengaruhi  gelap/terangnya hasil photo copy; pada umumnya pada kedudukan menengah. Hidupkan mesin/motornya, coba lebih dahulu dengan guntingan film transparan kecil untuk mengecek hasilnya/kerjanya.
    Kalau semua persiapan sudah dilakukan, berikut adalah langkah membuatnya:
1)     Susun bahan transparan dengan masternya. Master menghadap ke atas dan bersinggungan langsung dengan bahan. Untuk pembuatan dengan jenis transparan film, letakan film tersebut dengan yang buram melekat langsung diatas master.
2)     Masukan kedalam mesin pembuat transparan, pasangan bahan dan master diatas tertarik masuk kedalam mesin dan akan segera keluar kembali.
3)     Setelah keluar dari mesin, pisahkan antara master dan transparannya. Untuk transparan jenis bahan biasa, langsung transparan tersebut siap pakai, tetapi untuk jenis film transparan tranparex (dari agfa gevaert), langkah ini belum selesai dilanjutkan dengan:
                    Film hasil mesin copy ini dicuci dalam air dengan mesin khusus transparex dengan segera. Waktu memasukan film, bagian yang mengkilat menghadap keluar (kebawah). Bila sekali dimasukan hasilnya kurang bersih, proses ini diulang-ulang 3 atau 4 kali.
                     Bila tetap belum bersih, proses pada 2) (masuk mesin copy) harus diulang kembali dengan pengaturan pengaturan (setel dial controlnya) kearah “lighter”/kurang penyinaran. Bila hasil terlalu tipis (lemah), setel kearah “darker”. Pada gambar diperlihatkan gambar-gambar dari hasil penyinaran yang terlalu kuat, yang tepat dan penyinaran yang terlalu lemah. 
                     Untuk memudahkan penyimpanan dan pemakaiannya, hasil transparan diberi bingkai khusus yang dapat disimpan dalam map tebal (ordner).
                     



Thursday, March 31, 2011

Media Realia full

 REALIA
Presented by: Mochamad Solehudin, M.Pd.

Description
Realia---real things---represent the actual conditions with which the learner will live. As such, realia should be used whenever possible. Real things are available. The task is to locate them and put them to use in helping students learn. Examples of realia are: insects; coins; rocks; plants; pets; and stamps.
Advantages or Special Purposes
1       Experience with real things with which one will interact in life is the best learning situation possible.
2       Real objects are plentiful and available everywhere.
3       Real items can be observed and handled, providing concrete learning experiences for the student.
4       Dealing with realia motivates the learner.
5       Realia can be used as part of the evaluation system.
6       Realia learning can be extended through the use of displays.

Disadvantages or Limitations
1. Real things are not always readily available.
2. Realia are not always practical for use in the classroom:
a.      Size---a real object may be too large (a submarine) or too small (a single human cell) for classroom study.
b.     Potential hazards---realia such as live animals, certain electrical and mechanical equipment, etc., can represent potential hazards for the learner and the teacher.
c.      Cost---real objects often are expensive.
d.     Need to maintain original structure---while some realia can be dismantled, many others cannot be, e.g., cutting open a person to see how the heart functions.
3. Affective learning is unpredictable through realia.
4. If left sitting around the classroom, realia can be a distraction.
5. Storage and retrieval can create problems.

Application
1          Be certain the real object enhances your objectives.
2          Make whatever advanced arrangements are necessary for proper use of the realia.
3          Costs can often be minimized by borrowing real items from members of the community.
4          Keep the realia under wraps until you are ready to use them; after using, remove the potential        distractor from sight.
5          Students should be encouraged to help in locating and acquiring realia for classroom use.
6          Develop a system of storage and retrieval which will be functional.

Based on excerpts from The Expert Educator (Jones, et al. , 1994)
Catatan II

Prosedur Pemilihan Media Pembelajaran
Edited by: Mochamad Solehudin, M.Pd.

Sebuah media yang efektif dan efisien serta menyenangkan tentu menjadi dambaan dan kebutuhan untuk pembelajaran, untuk mendapatkan media tersebut diperlukan beberapa prinsip yang perlu diperhatikan diantaranya pemilihan media. Terdapat beberapa pendapat dan cara dalam mengembangkan media, meskipun caranya berbeda-beda, namun ada hal yang sepakat bahwa setiap media memiliki kelebihan dan kelemahan yang akan memberikan pengaruh kepada afektifitas program pembelajaran. Dalam hal ini tidak ada satu media yang sempurna, dengan kata lain dapat digunakan dalam semua situasi, semua karakteristik siswa dan semua mata pelajaran, namun media sifatnya kondisional dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan. Sejalan dengan hal ini, pendekatan yang ditempuh adalah mengkaji media sebagai bagian integral dalam proses pendidikan yang fokusnya akan memperhatikan beberpa komponen, diantaranya :
1.      Instructional Goals, yaitu tujuan instruksional apa yang akan dicapai dalam suatu kegiatan pembelajaran. Dari kajian Tujuan Instruksional Umum (TIU) atau Tujuan Instruksional Khusus (TIK) ini bisa dianalisis media apa yang cocok guna mencapai tujuan tersebut. Jika kita kaitkan dengan kurikulum berbasis kompetensi maka kita harus memperhatikan : standar kompetensi, kompetensi dasar dan terutama indikator.
2.      Instructional content,  materi pembelajaran, yaitu bahan atau kajian apa yang akan diajarkan pada program pembelajaran tersebut. Pertimbangan lainnya, dari bahan atau pokok bahasan tersebut sampai sejauhmana kedalaman yang harus dicapai, dengan demikian kita bisa mempertimbangkan media apa yang sesuai untuk penyampaian bahan tersebut.
3.      Learner Characteristic, familiaritas media dan karakteristik siswa. Yaitu mengkaji sifat-sifat dan ciri media yang akan digunakan dikaitkan dengan karakteristik siswa, baik secara kuantitatif (jumlah) ataupun kualitatif (kualitas, ciri, dan kebiasaan lain) dari siswa terhadap media yang akan digunakan.
4.      Media selection, adanya sejumlah media yang bisa diperbandingkan karena pemilihan media pada dasarnya adalah proses pengambilan keputusan dari sejumlah media yang ada ataupun yang akan dikembangkan.

Erickson memberi saran dalam mengembangkan kriteria pemilihan media dalam bentuk daftar cek sebagai berikut: 
 Tabel tersebut menunjukan cara dalam memilih media dengan memperhatikan aspek-aspek yang dipertanyakan. Media sudah tersedia dan kita tinggal melakukan pemilihan dengan cermat.  Sedangkan bila kita akan merancang media, seyogyanya melalui tiga tahap utama, yaitu


Pertama, Define yaitu fase perumusan tujuan, rancangan media apa yang akan dikembangkan, beberapa persiapan awal dalam perancangan media yang menyangkut: bahan, materi, dana, serta aspek perancangan lainnya. 
Kedua, Develope yaitu fase pengembangan, dalam fase ini sudah dimulai proses pembuatan media yang akan dikembangkan, sesuai dengan fase pertama dan 
Ketiga, Evaluasi  yaitu fase terakhir untuk menilai media yang sudah dikembangkan atau dibuat, setelah melalui tahap uji coba, revisi, kajian dengan pihak lain. Semua fase tersebut berlangsung secara simultant atau berkesinambungan dan merupakan satu siklus seperti gambar berikut :

Catatan III

 SELECTION AND UTILIZATION OF INSTRUCTIONAL MEDIA FOR EFFECTIVE PRACTICE TEACHING

BY

ONASANYA, S.A., Ph.D.

Abstract

This paper examined the essentials of instructional media for effective communication, especially during teaching practice sessions. The various types of media that could be selected and utilized by a teacher trainee for effective practice teaching were discussed. The paper highlighted the use of media in promoting trainee teachers' efficiency in the design, production and handling of media. General guiding principles for effective media selection during practice teaching were a/so examined and recommended for efficient classroom interaction between the trainee teacher and students to be ensured.


Introduction 
Teaching practice is an important aspect of teacher education. In training schools and colleges, trainee teachers basically learn about their: subject, that is, specialized knowledge in a particular subject area. The techniques of teaching subject content (pedagogy/methodology) and how children learn are acquired through courses in basic education and the study of education principles (Boulay, 1987). Through practice teaching, trainee: teachers are introduced into the teaching profession in a practical manner. This ensures that teacher education is not only theoretically supported, but also practice oriented. Therefore, teaching practice provides students teachers with the opportunity to become fully acquainted with practical way, the details of classroom procedure, control and relationship with students and immediate matters of teaching materials, syllabus, and methods of evaluation, among others (Apel, 1993). Effective practice teaching is dependent on good communication between the trainee teacher and the students. Verbal instruction, which seems to be the easiest form of instructional delivery system besides real experience, is always very abstract. Since students enter into schools with varying degrees of abilities and potentials, trainee teachers need instructional media to help them communicate effectively, and thus cope with students needs based on their abilities. Instructional media are all forms of information carriers which can be used to record, store, preserve, transmit, or retrieve information for purposes of teaching and learning. They are materials used by practising and trainee teachers to present, illustrate, and elucidate teaching posits (Agun, 1988). Educators have long recognized the intrinsic value of instructional media in the teaching and learning processes. This-recognition engendered the inclusion of components of media education in teacher training programmes. For instance, trainee teachers in Nigerian universities and colleges of education are expected to offer at least a 2-credit course in educational technology. Within the perspective of the course content are communication models, historical development of Educational. Technology, theoretical and   "hand on" experience in media design, production, utilization and evaluation, and so on.
There are several inherent advantages in the use of media in practice teaching by trainee teachers. First, effectively used media are vital for encouraging and facilitating students' learning. Second, through the use of media, subject content can be more carefully selected and organized. Thus, the quality of instruction delivered by trainee teacher can be improved as subject content can be delivered in a well organized, consistent, specific, and clearly defined manner. Third, trainee's delivery of instruction can be much more standardized as learners' with varying abilities can receive the same message and their individual differences catered for using media. Also, instructional media usage in practice teaching can make instruction to be much more interesting and enjoyable. The changing images and use of special effects, among others, can reduce boredom on the part of learners. Furthermore, classroom interaction can be interactive. Media can also promote student-student interaction, student-teacher interaction, and teacher-student interaction, if pre-instructional planning incorporates principles such as stimulus variation, feedback, reinforcement, learner' participation, and so on. Media also save teaching time as they require short-time to present large information. They can be used to reveal needs and stimulate students' question. Thus learners' interest can be aroused, maintained, and stimulated to promote their imaginative power. On the whole, media ensure the application of classroom-oriented communication techniques. Therefore, [earners should be assisted, encouraged and motivated not only to learn, but also to continue to learn (Blythe-Lord, 1991Farrant, 1981, Francis, 1985, Genhardt, 1982, Kemp & Smellie 1989, and Nicholls, 1975).

Types of Media and their Application in Practice Teaching
There is a profusion of instructional media, which can be used by trainee teachers to enrich their classroom teaching. The plethora of media offers trainee teachers considerable opportunities to make their teaching more effective and efficient. Effectiveness in this context implies how well educational goals and objectives are achieved, while efficiency refers to how instructional media are utilized to achieve teaching goals and objectives. Generally, media are categorized as print, non-print, audio, audio-visual electronics, non-electronics, and so on. Some of the instructional media considered relevant to trainee teachers in the classroom are discussed as follow.

Print Media:
The print media are some of the oldest media in education, this category of media are useful for informational or motivational purposes. They are used to convey verbal information through print. They form the most widely used media in education and they include textbooks, periodicals encyclopedia, newspapers magazines, file records minutes, and so on. They provide good source for trainee teachers to structure their lesson plans and notes. There are legions of textbooks on all areas of subject discipline. Sometime, they carry the main responsibility of organizing instruction and they can be used as basic instructional guide. Newspapers, magazines, documents, file record and so on, are also very relevant for disciplines in the social sciences, art, and the pure sciences. Information contained in them can be current. Almanac also provides useful source of medium for trainee teachers in their classroom. Print medium can be used to supplement other media with maximum effect. Print can also incorporate several other media, like pictures and graphic materials, thus serving as multi-media (Blythe-lord, 1991 and Kemp & Smellie, 199989).

Chalks and Chalkboard:
They can be used to present instructional content as immediate sketchbook, and they are essentially temporary, for delineating ideas. When integrated with other media, they can give full explanation. However, most teachers in Nigerian schools do not use chalk and classroom presentation in all subject areas.
Neatness of the chalkboard must be ensured through the use of guidelines, templates, compasses and straight-edged rulers. Chalkboard should be divided into sections. Lettering should follow the occidental form of lettering, that is from the left sector of the chalkboard to the right, or use of only the middle portion of the chalkboard. Chalks to be used for teaching must ,be in form for wedges and cones, so as to give uniform thickness of line. Coloured chalks may be used when it is appropriate to show distinction among parts of drawings and for emphasis of teaching points (Blythe-Lord, 1991 and Jaroiimek, 1971).

Graphic Materials:
They are non-photographic, two-dimensional materials designed to communicate a message to the learners. They may incorporate symbolic visual and verbal cues. Graphic media include drawings, charts graphs, posters, among others. Drawings are more finished and representational arrangement of lives to represent persons, places, things, and concepts. Charts are abstract representations of abstract relationships, like tabular charts, time line, and classification charts. Graphs are visual representation of numerical data, like polar graphs, scatter graph, line graph, and so on. Graphs are useful for trainee teachers in subjects like economics, geography, and mathematics. Posters are also useful graphic media using combination of lines, colour and texts. Cartoons are line drawings that can be used to encourage students and enliven instruction. Flip charts and well charts can be used as speaker support and key point reference. They should be designed in a way, to ensure that they are large and short in content.

Realia:
These are real things or objects (as opposed to representation or models) as they are without alteration. They include coins, tools, artifacts, plants and animals among others. Specimen, exhibits, and cut-away objects are some of the classifications used for realia which have great value in virtually every subject. They can be relevant in subjects in the sciences (biology, physics, chemistry), history, economics, and so on. For instance, the of realia by a trainee biotogy teacher can do much promote student's interest in life science and care for insects, fish and animals. Students would also become much more involved in the classroom learning. Realia eliminate distortion in student's knowledge on the topics being taught. Furthermore, using the display and exhibit method, realia provide students with opportunities for "hand on" interactions and experience (AECT, 1977, Blythe:-Lord, 1991 and Kemp & Smellie, 1989).  
Still Pictures:
They are non-projected, non-motion pictures in opaque form. They are photography representation of people, places or things, and can be used to present information in all subject areas: They are readily available for resourceful trainee teachers, in magazine, calendars, illustrations from textbooks, newspapers, and so on. When still pictures are properly mounted on cardboard, with proper edges, as individual pictures or in composite form, that is, combination of one or more pictures to produce a single visual, they can be used to pass across wide range of information (Kemp & Smellie, 1989
and Wittich & Schuller, 1973).

Models and Mock-Ups:
Models and mock-ups are three-dimensional representation of a real thing. Like actual objects, a model or mock-up can be looked at from all sides as it has breadth, length and depth. Models are representations of real things that are infinitely large, like earth or solar system, or real things that are small, whether animate or inanimate. They may be complete or real things that are small, whether animate or inanimate. They may be complete in every detail or more simplified than the original. Some models can be disassembled for learners' close observation.
On the other hand, mock-ups are differentiated from models by their usually larger size and by their moving and operating parts. Models and mock-ups have wide application in such subjects like physics, geography, biology, chemistry, and so on. Trainee teachers can buy commercially produced models or they can be improvised, using paper match (Blythe-Lord, 1991, Kemp & Smellie, 1989 and Wittch & Schuller, 1973).

Audio Media:
Audio media offer a wide range of opportunities for group or individual use. They can be used to deliver instruction involving verbal information, and also for guiding the learning of intellectual and motor skills. With the availability of small compact cassette recorders, audio medium can be produced by trainee teachers. It can also be used to supplement other media like filmstrips and slides. They are also relevant for learning objectives related to the affective domain of learning. Audio recording can provide response drill in mathematics, and language. Furthermore, several copies of the media can be produced easily. Audio medium is equally good for all types of instruction, from the precision of speech to the mental imagery formed by music and sound effect (Kemp & Smellie, 1989 and Wittich & Schuller, 1973).

Overhead Projectors:
Using the overhead projector, transparent materials are projected so that a group can see. It is simple to operate, and it is a versatile media for teachers to use. Transparency can face the audience from the front of the room and maintain eye-to-eye contact with students while projecting transparencies in a lighted room (Blythe-Lord, 1991 and Kemp & Smellie, 1989).

Slide Projectors and Filmstrip Projector:
Slide projectors are used to project slides-small format photographic transparency in colour or black and white, individually mounted and used to transmit instructional content. On the other hand, filmstrip projectors project images container in filmstrips, which are series of small slides photographed in permanent sequence on a 35mm or 16mm film either in colour, or black and white. Some filmstrip .projectors can also be used to project slides. Trainee teachers can use filmstrips and slides to enrich their instruction. They are less expensive, easily handled and stored for future use. They are adaptable for use in every subject area, and the rate of presentation for classroom use\can be controlled by trainee teachers using remote, reverse, and advance mechanisms. Their presentations can be accompanied with print or audio recording (Blythe-Lord, 1991, Erickso:n & Curl, 1972, Farrant, 1981 Kemp & Smellie, 1989 and Wittich & Schuller, 1973).

Film Projector and Video Player/Projector:
Film projectors and videotape projectors are used to project motion pictures, when motion is a significant factor of a subject. Educational films are in black and white, and colour. There are also sound and silent motion pictures. Videotape availability has further widened the possibilities for the use of motion pictures, as they can be shown through monitor, that is, cathode ray tube, or projected using video projector or through the digital projector, for group use.
Motion pictures are relevant for all subject disciplines, in sciences, art, social sciences, and physical education. Motion pictures when accompanied by sound, may constitute a very effective way of emphasizing distinctive features for the tasks, which needs distinguishing the visual aspects of simulation. Motion pictures are also very good for ensuring students' positive attitude toward the subject of instruction. They can also be used to modify students' attitude in such areas like ecology, good work habit, hygiene in health education, and so on (Blythe-Lord, 11991 and Wittich & Schuller, 1973).

Multi-Media Presentation:
This involves combinations of visual materials. It is a learning resource package, which can be effective when several media are used concurrently for specific instructional purposes. When two or more pictures are projected simultaneously, on one or more screens for group viewing, the compound concept multi-image is used. However, when two or more different types of media are used, sequentially in a single instruction or for self-paced learning package, the term multi-media is used. Using multi media or multi-image, a large amount of information can be passed across to students, and high interest can be created in students. Furthermore, different media can be tailored towards different objectives outlined for the lesson (Blythe-Lord, 1991, Kemp & Smellie, 1989, and Wittich & Schuller, 1973).

General Guidelines for the Use of Instructional Media in Practice Teaching
While the instructional value of media in enriching the teaching of students by teachers cannot be doubted, media in themselves cannot assure good teaching. Their effective use can be through the integration of media in teaching practice by trainee teachers. The following guidelines can be followed to ensure successful integration of media in practice teaching (Blyth-Lord, 1991, Farrant, 1981, and Michealis, 1975).
a.     A trainee teacher should consider the entire school environment as a laboratory for students' learning and the practical application of his/her knowledge. Therefore, instructional media selection, arrangement and re-arrangement of learning environment, and the use of materials and equipment to promote learning are basic in self-contained classroom.
b.     The entire neighborhood of the school and community resources should be viewed and utilized as a laboratory for student learning.
c.      Media should be designed, produced, selected, or used as resources to attain specific instructional objectives. That is, objectives should not be tailored to the media, rather, objectives should guide media utilization.
d.     Media to be used by a trainee teacher should be considered in terms of concreteness or abstractness of experience which the media would produce. Trainee teachers should be sensitive to the changing situation within the classroom and have alternative media to meet individual differences of the learners.
e.     Media should be selected for instructional purpose based on specific criteria which are directly related to instructional planning. These include:
f.       the nature of the audience, in terms of chronological age, sex social, cultural, environmental, and economic background of the learners, (ii) entry level, (iii) motivation, (iv) the physical abilities or disabilities of learners, (v) learners long-established perception and cultural characteristics, (vi) the objectives to be achieved (whether cognitive, affective or psychomotor), (vii) nature of the subject content, (viii) physical qualities of the media, that is, the attributes, authenticity and significance of the content, (ix) cost of the media, (x) expected role of students, and (xi) the mode of instruction among others.
g.     (f) Instructional media should be utilized in the content of a variety of teaching strategies. Use of resources should be observed and guided. The possibility of using multi-media should be considered. This is because a single media may not be adequate to achieve all the objectives outlined for a lesson.
h.     (g) Media utilization should require learners' response. Thus, when designing any media, the trainee teacher should build into the programme things that will ensure learners' participation, through discussion, project, dramatization, and so on.
i.       (h) Evaluating the use of media can be done through observation, individual project, and use of questionnaire. The information from the evaluation can be used to improve on media usage in subsequent lesson.

Conclusion
The foregoing presentation should have shown the significance of media in practice teaching, the myriad of media available for trainee teachers to enrich their instruction, and the guidelines for effective use of media. Through resourceful use of media, trainee teachers can present their lesson in an understandable way. Media, when carefully selected and integrated, can ensure that student develop the right attitude toward-instructional content. Furthermore, classroom interaction between the trainee teacher and students can be enhanced. The use of media would also promote trainee teachers' efficiency in the design, production and handling of media. The experience could be transferred to their post training assignment as teachers, thus bringing about near perfection in later years as serving teachers. When media are used by trainee teachers, they can make students' attitude more positive, encourage their self-motivation, demonstrate associated factors and ideas, highlight specific topics and concepts, encourage relevance and credibility, and enhance understanding. This is because with media trainee, teachers can deliver their lessons with much more vigour. Vigour implies brevity with exactness, as sophisticated and delicate ideas 'can be expressed with the faintest shades of meaning revealed through media.  
References
Association for Educational Communication and Technology (AECT) (1977). The definition of educational technology. Washington DC: Author
Agun, I. (1988) Educational media management. In I. Agun & I. Imogie (Eds.). Fundamentals of educational technology.  Ibadan: Y: Books. 
Apel, H.J. (1993). Teacher training in theory and practice. /Education, 47. 25-43. 
Blythe-Lord, R. (1991). The educational media design handbook.   London: Macmillan. 
Du Boulay, J.B.H. (1987). Computers and teacher education. In E. Scanlon & T.O. Oshea (Eds.), Educational Computing. London: Open University. 
Erickson, C.W.H. & Curl, D.H. (1972). Fundamentals of teaching with audio visual technology (Second ed.) New York: Macmillan Publishing Company Inc.
Farrant, J.S. (1981). Principles and practice of education. London: Longman.
Francis, H. (Ed,), (1985). Learning to teach: Psychology in teacher training. London: The Falmer Press. 
Genhardt, H.P. (1982). The role and training of teachers in the third world. Education, 26. 20 - 38. 
Jarolimek, J. (1971).   Social studies elementary education (Fourth ed.). New York: Macmillan Company. 
Kemp, J.E & Smellie, D.C. (1989). Planning, producing and using instructional media (Sixth ed.). New York: Harper and Row Publishers
Michealis, J.U. (1975). New designs for elementary curriculum and instruction.   New York: McGraw Hill Book Company. 
Nicholls, S.H. & Nicholls (1973). Creative teaching London: George Alien & Unwin Ltd. 
Wittich, A.W. & Schuller, F.C. (1973). Instructional technology: Its nature and use (Fifth ed.).   New York: Harper and Row Publisher.